CERPEN PENGEMIS
PENGEMIS Wanita tua itu mulai berjalan menyusuri jalan-jalan di Ibukota, dari rumah kardusnya, ia terus mengayunkan kakinya selangkah demi selangkah demi sesuap nasi. Di depan sebuah pusat perbelanjaan ia berhenti, ia mulai duduk sembari menengadahkan tangannya kepada para pengunjung Mall. Setiap hari itulah yang bisa dilakukan olehnya karena wanita tua itu hidup sebatang kara. Keesokan harinya, kala matahari mulai memancarkan cahaya panasnya, dia terlihat pucat, bibirnya terlihat putih, matanya layu dan langkahnya tertatih-tatih. Badannya yang meriang pun tak menyurutkan langkahnya menuju Mall di dekat stasiun Senin itu. Wanita itu pun terjatuh didekat pos satpam pintu masuk, tubuhnya dibopong oleh beberapa satpam itu menuju klinik Mall, ia cukup dikenal baik para satpam Mall. Dokter klinik itu menganjurkan ia dirujuk ke Rumah sakit terdekat, karena kondisinya semakin kritis. Pak Hari kepala satpam yang kebetulan pernah menjadikannya pembantu merujuknya ke R...







Keren mbak, saya mau mencoba
BalasHapusTapi Sayakan laki ... Hehehehee
mampir juga diblog saya mbak,
saya tunggu Comment baliknya
@!# www.surindersurisahni.blogspot.com